Friday, February 01, 2008

mau ibadah kok sulit ??

Hari Minggu kemarin, Rina dan 3 orang teman pergi ke Planet Hollywood untuk nonton. Sambil menunggu waktu pemutaran film, kami memutuskan untuk sholat ashar terlebih dahulu. Kebetulan 2 orang teman Rina belum melaksanakan sholat ashar. Karena di Planet Hollywood tidak ada mushollah, kami lalu memutuskan untuk sholat di bawah, di dekat parkiran motor kebetulan salah satu teman Rina sudah tahu tempatnya. Dari luar, mushollah itu sama sekali tidak kelihatan seperti tempat untuk sholat. Letaknya ada di sebuah lorong gelap, dekat kantin karyawan Hotel Kartika Chandra. Sebelumnya, kita harus melewati sebuah gerbang untuk masuk ke sana. Lumayan besar sih dan dipakai untuk sholat Jum’at. Ini bisa dilihat dari sebuah papan pengumuman jadwal Khotbah sholat Jum’at yang terdapat pada dinding depan mushollah tersebut. Tapi sepertinya nggak layak untuk dijadikan tempat beribadah dan dari luar pun tidak terlihat seperti sebuahtempat untuk sholat. Keadaan di dalam mushollah, lampunya redup banget. Lalu tempat wudhunya agak jauh, menyatu dengan kamar mandi. Jadi sebelum masuk ke kamar mandi, kita harus melewati tempat wudhu terlebih dahulu. Mungkin jika di sana disediakan sandal untuk orang berwudhu tidak menjadi masalah. Tetapi di sana tidak ada sandal. Jadi jika kita kebetulan memakai sepatu, ketika selesai wudhu kita haru melewati jalan keramik. Yang menjadi pertanyaan, apakah jalan yang kita lewati itu bersih ?? sementara tempat wudhu tersebut menjadi satu dengan kamar mandi, yang notabenya kamar mandi itu identik dengan segala sesuatu yang kotor. Ditambah lagi sebelum masuk ke dalam mushollah kita juga harus melewati tempat untuk menaruh alas kaki karena di sana tidak disediakan tempat khusus untuk menaruh alas kaki, contohnya seperti rak sepatu. Sempat menjadi bahasan kecil diantara kami berempat tentang keadaan mushollah tersebut. Tetapi yasudahlah, toh walaupun kita bahsa sepertinya tidak akan merubah keadaan di sana.

Malam harinya, karena film yang kami tonton selesai sekitar pukul 19.45, otomatis kami belum melaksanakan sholat maghrib. Kami lalu berjalan ke bawah, menuju mushollah yang sudah Rina ceritakan di atas. Ternyata gerbang untuk menuju mushollah sudah tutup. Di sana ada sebuah tulisan yang memberitahukan bahwa gerbang ditutup pukul 17.00. Dengan keadaan setengah bingung, kami lalu berjalan ke Gedung SCTV (duh, Rina lupa nama gedungnya!!) untuk mencari mushollah. Setelah bertanya dengan satpam Front Office yang ada di gedung itu, ternyata mushollah ada di belakang. Kami lalu mengikuti petunjuk yang diberikan satpam tadi. Ternyata mushollah nya jauh banget. Letaknya di parkiran belakang, dekat kantin juga. Mushollah nya lebih baik dibandingkan yang tadi, walaupun lebih kecil. Mushollah nya bercat hijau, dan di depan nya ada tembok dengan tulisan dari aluminium (seperti yang biasa dipakai untuk nomor rumah) yang memberitahukan identitas mushollah tersebut (nama dan alamat, sayangnya Rina lupa nama mushollah nya … hehehehe). Rina dan salah seorang teman hanya menunggu di luar karena kebetulan kami berdua sedang tidak sholat.

Dari 2 kejadian di atas, yang menjadi pertanyaan Rina adalah “Kenapa ya, kok sepertinya mushollah itu tempatnya selalu di belakang??”. Coba deh ingat-ingat lagi, setiap kita ke suatu pusat perbelanjaan (mall, plaza, dll) atau gedung perkantoran dan ingin ke mushollah, pasti tempatnya kalu nggak di belakang, di parikiran ataupun di basement. Pokoknya di tempat-tempat yang terpencil dan jauh. Memang sih, nggak semuanya seperti itu. Lalu apakah ketika gedung-gedung tersebut dibangun pihak pengembang serta pengelola tidak memperhatikan kelayakan dan lokasi tempat beribadah?? Jika di suatu gedung ada pegawai yang ingin sholat dan ia bekerja di lantai 25, sementara mushollah terletak di parkiran. Apakah itu tidak membuang waktu??. Memang sih, untuk sholat kita tidak diwajibkan di mushollah, bisa dimana saja asalkan tempatnya layak dan bersih. Tetapi apakah ruangan tempat kerja kita itu layak untuk beribadah ?? Berapa sih ukuran ruangan kerja zaman sekarang yang rata-rata sudah disekat-sekat?? Untuk sujud saja Rina yakin nggak bisa!! Lalu bagaimana dengan kelayakan tempat ibadah itu sendiri ?? Masih banyak tuh yang tidak layak !! Banyak banget mushollah yang cuma dibuat asal-asalan, ukurannya kecil banget, kotor, tempat wudhu antara pria-wanita yang menjadi satu serta ketidaklayakan lainnya. Mungkin itu lebih pantes disebut gudang daripada mushollah. Seharusnya pihak pengelola lebih memperhatikan hal-hal “kecil” (yah, mungkin bagi mereka itu kecil dan sepele) seperti itu. Tidak hanya memperhatikan keindahan arsitekturnya saja. Karena ibadah itu kan kewajiban, jadi jangan sampai timbul kesan menyulitkan orang lain untuk beribadah. Setidaknya beri tempat yang layak dan jangan jauh dari jangkauan. Semoga saja …..

Wednesday, January 23, 2008

Holding on


Terkadang, kenyataan itu memang nggak seindah yang kita bayangkan dan kita inginkan. Banyak keinginan dalam hidup kita, tetapi sering pula kenyataannya sangat jauh dari harapan yang kita inginkan. Contohnya saya sekarang. Saat ini, saya sedang menginginkan sesuatu. Keinginan saya memang bukan satu, tetapi banyaklah, namanya juga manusia memang tidak pernah puas dan selalu menginginkan sesuatu. Ada satu hal yang saya sangat inginkan. Memang sih satu hal itu bukan prioritas utama saya. Tapi entah mengapa saya sangat menginginkannya. Dalam kenyataannya, sesuatu itu sepertinya sangat jauh dari saya. Rasanya sangat tidak mungkin untuk saya dapatkan. OK, mungkin saya akan mengganti kata “tidak” pada kalimat sebelumnya dengan kata “belum”. Kalau menggunakan kata “tidak” kesannya seperti tidak akan mungkin, sementara kata “belum” mengartikan “siapa tahu ter-realisasi”. Karena saya tidak mau menjadi orang yang mudah menyerah begitu saja. Harus selalu berusaha, apalagi untuk mendapatkan sesuatu yang kita inginkan. I’m trying to holding on ............

Keep smiling, keep shining and kepp going …..

SEMANGAT !!!!!

Tuesday, January 22, 2008

How Addicted to Blogging Are You ??

Sebenarnya sudah lama saya lihat widget seperti ini di beberapa blog. Tapi waktu itu mungkin belum tertarik untuk mencobanya. Pagi ini, ketika saya membuka blognya Mas Arief, saya jadi ingin mencobanya. Ketika saya klik link nya, lalu muncul 14 pertanyaan seputar blog. Setelah saya jawab satu-persatu, maka munculah hasilnya. Dan (katanya) saya 87% Addicted to Blogging. Wow, ga bisa dipercaya. Memang sih akhir-akhir ini saya lagi semangat-semangatnya nge-blog. Mungkin juga terbawa suasana karena calas-calas yang lain juga sedang terkana "demam blog" hehehehe. Mau Mencoba ?? Klik saja gambar di bawah ini. Selamat Mencoba ... :)

87%How Addicted to Blogging Are You?

Thursday, January 17, 2008

Meine neuer Modellrahmen :)

Hari ini bingung mau ngapain. Ga ada jadwal UAS, di lab juga sepi cos kebetulan ga ada mahasiswa yang UAS. Bawaannya ngantuk plus BT. Akhirnya liatin si ferdi utak-atik blog nya sambil bantuin (jie jie yg punya CboX hehehehe). Abis itu ke lab 8 sama calas-calas yang lain. Wah, kebetulan internet di lab 8 nyala. Karena calas-calas yang lain lagi terserang "demam ngeblog", akhirnya gw buka blog deh. Bosen banget liat template blog gw, padahal blm ada seminggu diganti. Ditambah lagi pas liat blognya Bang Ivo yang lucu dan bagus banget, jd mau ganti template. Karena blm begitu ngerti klo hrs ganti template sendiri, akhirnya gw hanya mengandalkan searching di google. Ketemu situs free template yg lucu-lucu. Download template nya habis itu save di blog gw. Tapi sayangnya template ga bisa keluar, ada error nya. akhirnya, dengan segenap kemampuan (halah, bhs nya lebai!!) gw utak-atik sendiri deh template blog gw. Dan hasilnya seperti ini .... blog saya menghijau hehehehe. Lucu juga sih ....



Related Posts with Thumbnails
:: kleine rote Teufel :: © 2008. Design by :Yanku Templates Sponsored by: Tutorial87 Commentcute Edited by: Rina Alfrina